Kamis, 23 Oktober 2008

sendiri

terseok ku langkahkan kaki
menyusuri gelap nan sunyi
air mata lika tak terhenti
duka ini.........
lara ini.........
kepedihan ini..........
kemana harus ku bawa perih ini
tolonglah aku yg tak berdaya
karena bayangan bahagia terasa sirna
jemput aku sebagai penawar luka
hantarkan aku pada cahaya
kuatkan aku yg tiada daya
dan berikan aku setetes bahagia
agar aku menutup mata dg lena......

memori malam

bila bulan tlah menyinarkan lembut cahayanya
bila bintang tlah bertaburan memenuhi angkasa
bila malam tlah menghadirkan kelam sunyinya
saat itu memoriku kembali saat kau ungkapkan cinta
saat kau cium pipiku merona
kenangan itu tak terlupa
sungguh indah adanya

kesalahan

dalam gelap yg kian meremang
ku sadari suatu kesalahan
ternyata tak seperti pengharapan
keadaan ini menjerat kekalutan
meneror ketakutan
jalan keluar mana dapat ku temukan
tanpa rasa menyakitkan
oh Tuhan........
tunjukkan padaku
agar aku dpt keluar dari belenggu

kerinduan

air mata kerinduan
tlah menggenangi sluruh hatiku,
ku rasa kosong tanpamu
hari hari yg ku lalui terasa hampa
tiada lagi gairah tawa
yang terbayang hanyalah dirimu
mengusik tiap langah dan tidurku
membungkusku dalam galau rindu
aku layu tanpa siraman cintamu
kembali padaku itu yg ku mau